Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

Dermaga Rasa

8 komentar
Air laut sore ini terlihat sedang tenang. Kapal- kapal penuh warna yang tertambat di dermaga ini seakan sedang tertidur, beristirahat dari perjalanan panjang nya. Sama seperti diri ku saat ini. Aku baru kembali dari Surabaya tadi pagi, dan langsung pergi ke dermaga ini. Dermaga   tempat ku menambatkan kenangan bersama seseorang. Seseorang yang selalu senang menatap kapal-kapal yang sedang berlabuh.


Aku mendekatkan diri ke tepian, menatap air laut kebiruan yang sedang dipermainkan cahaya senja. Wajah ku ikut merona merah. Entah karena aku ikut dipermainkan oleh warna cahaya senja, atau karena berlian yang terus jatuh dari pelupuk mata ku beberapa hari ini. Dermaga hati ku kini telah sepi. Dermaga ku yang dulu selalu di kunjungi nya. Aku merasa senyuman nya yang manis masih ada disini. 
Namun kenyataan nya senyum nya telah hanyut bersama ombak yang menerpa dermaga ku.



Kini dermaga diri nya  sudah lenyap menjadi abu. Aku kehilangan tempat berlabuh. Saat dermaga diri nya mulai lenyap. Ia memberikan ku amplop berwarna biru laut. Ada tulisan tangan nya yang menawan di amplop itu. ' Ambil surat cinta dari dalam amplop ini ketika dermaga ku benar- benar lenyap.'  Dan kini, adalah saat nya aku membuka amplop biru laut ini. Persis seperti apa yang ia inginkan. Aku buka perlahan amplop itu, lalu ku ambil secarik kertas putih di dalam nya.  



Untuk Kapten Bhirawa,
Sang penakluk lautan hatiku.

Aku tahu kau pasti akan datang. Dan melihat aku pergi bersamaan dengan lenyap nya dermaga ku. Tolong kapten, jangan merasa kehilangan tempat berlabuh. Karena,Aku telah berlabuh didalam hati mu selama nya. Cinta ku takan lenyap walau dermaga ku telah hilang.  

Aku selalu ada. Ketika kau ada.

Salam manis,
Kayle Earwine 


-FN-
11.06.13

Note:

Sabtu, 18 Mei 2013

Perjalanan

1 komentar
Kalau sedang dalam suatu perjalanan. Kadang kita tak pernah tahu apa yang sedang menanti didepan. Apa yang ada didepan seperti suatu hal yang akan menghentakan hati kita.
Bisa melambungkan diri kita jauh di atas angkasa.
Atau menjatuhkan kita sampai ke perut bumi yang terdalam.

Dalam perjalanan, kadang kita berharap-harap cemas dengan apa yang akan terjadi kedepan. Secara manusiawi, pasti kita akan berharap yang setinggi- tinggi nya dan yang terbaik. Namun, tidak jarang hanya deras rasa kecewa yang mengalir didalam tubuh pada akhir nya.

Melihat kebelakang untuk memastikan apakah kita akan melakukan kesalahan yang sama atau tidak seperti nya tak apa. Daripada hanya terjebak dalam dunia kini dan esok. Seperti bercermin mungkin.
Ya, persepsi setiap orang berbeda- beda.

Ketika apa yang kita damba- dambakan ternyata hanya sekedar picisan kosong. Yang lebih parah nya lagi malah sudah menjadi songgokan sampahdi pinggir jalan yang kita lalui. Hati terasa terdesak, oleh berbagai macam rasa yang dialirkan jantung keseluruh tubuh. 

Selasa, 25 Desember 2012

Dust Of Stars: Love

9 komentar
Galaksi 3

           
            Wayne membuka website twitter di browser nya. Lalu ia menuliskan akun twitter seta password nya. Dan beberapa saat kemudian, timeline pun terbuka lebar.
Berderet dari atas kebawah tweet- tweet dari orang- orang yang ia follow. Mulai dari yang sekedar menyapa dunia lewat akun nya, menuliskan quote dari beberapa film, memberitahu berbagai aktifitas yang sedang mereka kerjakan, tulisan galau yang terangkai dipagi yang kelabu.

Serta para pasangan yang saling menyapa satu sama lain.

Wayne menghela nafas. Entah kenapa dia selalu menghindar dari berbagai tulisan seperti itu. Tak mengerti. Kenapa dan apa maksud nya setiap tulisan yang mendayu- dayu untuk saling merayu satu sama lain. Berbagi cerita ( apapun, termasuk yang privasi sekalipun) dengan sangat bebas di timeline.

Dan apa arti nya semua itu?
Dan… apa sebenar nya…
Arti satu kata itu?
Yang selalu menjadi obrolan hangat yang menarik.
Namun tak dapat dimengerti untuk beberapa orang.


Kau tahu apa maksud Wayne.


Senin, 17 Desember 2012

Dust Of Stars: Sendiri

9 komentar
Galaksi 2
        
Biru menghela nafas. Ia sekarang sendiri di rumah. Kakek nya sedang pergi ke kantor RW, ada undangan rapat kata nya. Biru berjalan mondar- mandir dari kamar nya, lalu ke ruang tengah, ke dapur, lalu ke ruang tengah lagi, dan akhir nya ia ke teras rumah. Ia memandang ke sekeliling nya. Sepi. Pagi itu tak banyak orang yang lalu lalang.



Ia mengempaskan badan nya di kursi teras. Ia sangat bete hari itu. Tak ada yang bisa dikerjakan satupun. Ia sudah mencoba melanjutkan membaca autobiografi Mohammad Hatta, “Untuk Negeriku”
 Yang dibagi kedalam tiga buku. Satu buku sudah ia selesaikan beberapa minggu yang lalu. Dan sekarang, ia sedang membaca buku kedua  “Berjuang Dan Dibuang.”


Sayang nya, ia sedang bosan. Akhir nya buku itu hanya ia baca sekilas. Lalu ia letakan kembali di rak. Belum terpikikan lagi apa yang bisa dikerjakan oleh Biru saat itu. Ia semakin kesal karena sudah dari jam delapan pagi tadi ia tak menghasilkan apapun. Hanya menonton Televisi, lalu tidur- tiduran. 

Ternyata libur tak selama nya menyenangkan seperti yang diharapkan saat sedang sibuk. Banyak pr jauh lebih menarik seperti nya.

Hanya suara pesawat terbang yang terdengar melintasi langit diatas rumah Biru. Langit pun mendung. Kelabu. Seakan mendukung suasana yang sedang kering. Hawa dingin sedikit memberi hiburan pada Biru. Paling tidak, ada sesuatu yang mengganggu nya dari kesendirian.


“TENG TENG!”


Biru Kaget. Ini suara apa sih yang ganggu?!, pikir Biru.

Senin, 10 Desember 2012

Dust Of Stars: Rehat

3 komentar
Galaksi 1


Biru menghela nafas. Senyum masih tersemat di bibir nya. Minggu yang melelahkan akhir nya selesai juga. Walau sebenar nya masih bersisa satu hari lagi. Tapi Biru tak peduli lagi dengan buku- buku pelajaran yang ada di lemari nya.



Ia berjalan ke rak novel yang ada di kamar nya, dari ujung sampai ke ujung penuh sesak dengan novel- novel. Rak coklat yang cukup tua itu masih cukup menampung beberapa buku lagi. Biru sangat senang sekali dengan model rak nya yang simple, dengan beberapa lukisan motif di setiap sudut nya.
Ia mengambil satu novel berwarna oranye, ada inisial seorang penulis dan judul  di batang buku itu.
“DEE  madre”


Ia mengambil novel itu, lalu ia berjalan menuju teras. Tempat ia biasa membaca novel. Sesampai nya di teras, ia lalu duduk di kursi itu. Dan setelah mendapatkan posisi yang enak, ia mulai membuka lembaran novel itu.


  Biru menendengar langkah seseorang mendekati pintu, ia menutup sejenak novelnya. Lalu menoleh ke belakang.

Jumat, 17 Agustus 2012

Wayne

0 komentar
Wayne, lelaki itu duduk di kursi yang ada di taman kota itu. Menunggu seseorang yang mungkin tak akan datang. Akan datang, ke tempat dimana ia duduk saat ini.
Wayne, ia membuka note yang ia bawa kemana pun ia pergi. Lalu ia ambil pulpen hitam. Ia goreskan tinta di atas note itu.
Wayne, Hanya berharap orang yang ia tunggu akan datang saat itu juga. Penantian yang panjang. Namun masih belum menghasilkan apapun.
Wayne, mencoba menuliskan sebait puisi untuk orang yang tak pernah datang. Dengan tinta yang mulai pudar karena termakan oleh waktu.



Aku memang tak pernah menemui mu, 
Namun aku tahu kita saling mengenal
Karena, di kehidupan yang lalu
Aku yakin kita sudah pernah bertemu

-W-


Wayne, Menutup note nya. Lalu menyimpan pulpen tinta hitam yang ia gunakan.
Wayne, Mencoba menghirup udara yang dingin sore itu. Berharap, seseorang yang ia harapkan datang akan menyelimuto nya dengan jaket yang harum. Harum khas yang tak akan ia lupakan.
Wayne, Mungkin termasuk golongan orang gila. Hanya menunggu dan menunggu. Tampa tahu kenyataan apakah ia akan benar- benar datang atau tidak.


Aku hanya berharap
bisa bertemu dengan orang seperti kamu
Lagi, untuk saat ini saja
Karena, aku cukup kesepian untuk engkau sapa.

Aku memang tak pernah tahu
kapan dan dimana kita pernah bertemu
Hanya saja, aku terus berharap
Aku dapat memberikan sesuatu untuk mu 


Wayne kembali menatap langit senja sore itu. Menikmati lukisan alam, sambil kembali memikirkan orang yang ia tunggu.


-Fizi-







Minggu, 01 Juli 2012

A Glass Of Fruit Salad

13 komentar
Pagi- pagi sekali, gadis kecil sudah bersiap pergi ke beberapa tempat untuk mendapatkan bahan membuat salad buah. Sebuah makanan kesukaan kakek nya. Hari ini, kakek nya berulang tahun. Ia ingin meracik dan mendapatakan buah nya sendiri. Tampa ada yang membantu.


Di pagi yang dingin itu, gadis kecil menyambangi satu tempat dimana buah strawberry dan blueberry tumbuh dengan lebat. Tempat nya di dekat pintu masuk hutan. Sesampai nya di tempat itu, gadis kecil mulai memilih buah yang besar. Sesekali ia mencicipi buah nya untuk memastikan bahwa buah yang ia ambil memang manis. Setelah mendapatkan pilihan, ia memasukan buah itu ke dalam keranjang yang ia bawa.


Setelah memetik buah, gadis kecil berjalan menuju rumah paman Dim. Ia pergi ke rumah paman Dim karena di di rumah nya ada beberapa pohon apel yang sedang berbuah lebat. Ia hanya ingin meminta satu buah saja. cukup untuk membuat secangkir salad buah, pikir gadis kecil. Sesampai nya di rumah paman Dim, gadis kecil langsung menyambangi pintu masuk rumah yang cukup besar itu. Lalu mengetuk pintu. Tak berapa lama kemudian muncul dari balik pintu paman Dim. Ia tersenyum ramah. Gadis kecil langsung menyampaikan tujuan nya datang ke sana.

Senin, 11 Juni 2012

Secangkir Kopi

9 komentar
Image from tumblr 

Ketika malam menjelang, aku kembali termenung dengan beberapa hal yang mungkin sering terlewatkan saat sedang menjalani hari. Kembali terbayang beberapa tempat..orang...maupun buku- buku yang aku baca beberapa hari ini.

Secangkir kopi mungkin bisa membuat tenggorokan ku terasa pekat lengket. Tapi itulah yang ku inginkan pada segala bayang- bayang yang baru bisa ku hampiri saat malam menjelang. Secangkir kopi, entah kopi instant atau kopi hitam pekat dengan ampas yang masih mengambang di permukaan. Bagi ku mereka tak terlalu berbeda, sama- sama bisa memberikan sensai kepekatan.

Aku memang bukan penikmat kopi, aku hanya sesekali menyicipi nya.  Tapi, apakah aku bisa membuat bayang- bayang malam itu seperti kopi yang pekat? membekas ditenggorokan?
Terkadang, ada beberapa hal yang ingin ku lakukan tapi pudar begitu saja tampa bekas. Dan secara tiba- tiba muncul lagi dalam benak ku disaat yang sangat lama. Sampai aku lupa apakah hal itu penting atau tidak.

Kamis, 26 April 2012

A long Time

2 komentar
Image from Tumblr


With the rain in the night, with the silver moon on the black sky. With many stars around the moon..
And, In here.
With you.

Sabtu, 05 November 2011

Obrolan Malam

1 komentar
Dan pada akhir nya semua nya pasti akan kembali ke asal nya...

Malam ini, Aku duduk di bangku ini hanya untuk sekedar berbagi kepada sahabat yang sudah sekian lama ku tinggalkan, atau bahkan aku lupakan karena kesibukan yang tak terbendung. Atau sahabat yang memang sedang berada entah jauh dimana.

Malam ini aku akan menyapa Sahabat semua. Dan, aku akan berbagi beberapa hal yang sebelum nya tak pernah ku bagi.

Good night all my friend's. How are you?

Aku tau itu adalah salam pembuka yang sangat basi. Tapi, saking basi nya menurut ku sekarang salam basa- basi itu sudah kembali hidup. Aku akan menyegarkan nya malam ini.
Baiklah, malam ini aku ingin mengajak sahabat mengobrol. Ah...mengobrol suatu kebiasaan yang sudah melekat pada diri ku ini. :)

Well, akhir- akhir ini aku sedang menempa Pedang yang terbuat dari baja ini. Sungguh melelahkan. Tapi seru juga. Banyak yang protes pada ku, kenapa aku harus membuat pedang dari baja. Padahal, dari sekian banyak bahan tambang lain nya. Masih banyak bahan tambang yang lebih mudah di buat menjadi pedang.


Ah.. biarlah apa opini mereka. Aku menghargai nya. Lagi pula, aku punya rencana sendiri dengan "calon" Pedang baja ku ini.



Apakah sahabat tau kenapa aku melilih baja untuk ku jadikan Pedang?


Tipikal nya kuat, keras, dan sangat tajam. Cocok dipakai di segala kondisi. Itu beberapa kelebihan yang ku suka dari bahan baja ini. aku coba bandingkan dengan alumunium. Bahan nya memang tak kalah tajam dengan baja. Bahkan lebih ringan. Namun... jika di tebas dengan pedang lain. Alumunium bisa langsung patah.

Sifat alumunium itu Ringan dan tajam. Sayang, ia terlalu rapuh untuk ku.

Baja pastilah memiliki kekurangan juga.
Baja jika terlalu keras, atau susah untuk dileburkan. Pastilah akan di buang oleh ku. 
Baja jika memang berhasil ku tempa menjadi pedang yang tajam. Tetapi berat nya melebihi kekuatan ku, pastilah akan ku jadikan pajangan di ruang tamu. Tak akan ada yang akan memakai nya dalam peperangan. ia  hanya akan menjadi seonggok rongsokan jika terlalu berat.



Dan.. tahukah sahabat bahwa yang ku pakai saat ini adalah pedang baja?

Aku tahu, Pedang baja sangat riskan untuk dipakai. Saat  proses penempaan untuk menjadi pedang saja sulit nya minta ampun. Kalaupun jadi, belum tentu juga bisa dipakai. Dipakai oleh ku, atau bahkan untuk sahabat.

Tetapi, jika aku berhasil menempa Baja ini menjadi sebuah Pedang. 
Aku yakin, Pedang yang akan lahir dari bahan baja akan menjadi pedang yang Kuat.  
Walau bukan pedang yang terkuat di dunia.
Aku yakin, Pedang yang lahir akan sangat tajam.
Walau bukan yang paling tajam di dunia.
Aku yakin, Pedang yang lahir akan diburu orang- orang.
Walau tak semua orang menginginkan nya.

Karena aku tahu, akan ada orang yang membenci pedang ini. Akan ada banyak orang yang ingin mengalahkan pedang ini. 
Itu hal yang lumrah kok, tak masalah bagi ku. :)




Semoga, pedang yang sedang ku tempa ini dapat berguna di suatu saat nanti. Disaat perang yang sesungguh nya. Ya, peperangan yang cepat atau lambat akan datang.

Silahkan tebak saja perang apa yang ku maksud. Aku yakin, sahabat tau apa peperangan yang ku maksud. :) bukan perang melawan soal- soal ujian lho. 
Ini peperangan yang lebih Nyata!


I'm waiting your answer... :D


-Fizi-



Note:
Alhamdulillah... hasil TO sudah keluar. hasil nya? ya... lumayan lah untuk TO (try out) awal mah... hahaha.... Masih butuh banyak latihan nih.
Tadi juga sudah mulai pemantapan. Asik lho... :))

Soal nama pena itu, malam ini saya iseng ganti nama pena menjadi "Fizi" ahahaha.... 
Oh iya, hampir aja lupa... :)


"Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H"





Sabtu, 17 September 2011

Setiap Hal, Punya waktu nya Sendiri

5 komentar


Ah, tak menyangka Lebaran sudah lama berlalu. Walau angin sepoi- sepoi dari nya masih terus ku rasakan sampai saat ini. Sungguh ku merindukan Bulan itu.

Tapi ya sudah lah, Tiap hal punya waktu nya sendiri. 

Akhir nya dapat juga sedikit waktu untuk merenung lagi, sambil di temani secangkir kopi yang sudah dingin. Tapi aroma khas nya masih tetap terasa. aku menghirup dalam- dalam aroma nya, lalu ku minum. Setelah melewati liburan yang cukup panjang, walau tetap saja ku anggap itu hanya liburan "mini".

Sabtu, 06 Agustus 2011

Petasan atau kembang api?

10 komentar
Image By Om Google :)


Mungkin kedua barang itu memang dijamin selalu ada di bulan Puasa. Bukan Mungkin lagi sih sebener nya. Tapi memang pasti ada.

Akhir- akhir ini tiap pulang atau waktu mau pergi Tarawehan. Ada aja anak- anak nakal yang kerjaan nya main apa itu... kembang api apa petasan ya?
jadi benda nya itu kaya kembang api, cuma model nya itu kembang api yang meledak di langit. engga tau juga apa itu nama nya. yang pasti suaa nya keras banget. Kalau ada orang yang udah sepuh lewat bisa kaget sekaget- kaget nya deh. apalagi yang lagi ngelamun... :|



Ok, hari ini saya mau membagi Cerpen ku ini, bisa dibilang masih bisa menyambung dengan Cerpen sebelum nya. Masih dengan sudut pandang pertama yang saya tekan kan. Lagi asik pakai sudut pandang itu nih :D

well, to the point aja ya...hehehe...
And the Title is...

Minggu, 31 Juli 2011

Suatu Sore

3 komentar
Sore ini saya ingin menyuguhkan sedikit cerpen yang saya tulis di Facebook. mudah- mudahan.. cerpen ini dapat di terima kawan semua... selamat menikmati rangkaian kalimat yang saya tuliskan dalam bentuk cerpen sekarang... :)


Suatu Sore

Suatu ketika ku menatap jauh kedepan. Entah kenapa yang ku perhatikan hanyalah gundukan sampah yang ada di sebrang jalan. Ku pikir, pastilah tukang sampah lupa lagi untuk mengmabil gunungan sampah itu. Padahal, bau nya sudah tercium dari jarak beberapa kilometer.


Hmm...ku masih terus berjalan menyusuri jalan ini. Ku perhatikan sekeliling, sore ini orang-orang sudah mulai sibuk mempersiapkan diri untuk Puasa esok hari. Ada yang membersohkan rumah nya, Ada juga yang meninggalkan Rumah untuk membeli kebutuhan di bulan Puasa esok.

Sabtu, 30 April 2011

Tentang Deadline

5 komentar
Image by Google

Jarang- jarang saya dapat tugas yang ada deadline nya segala *halah
Memang beberapa hari ini, sekitar semiggu ini saya sedang libur. tepat nya libur karena kakak kelas saya sedang berjuang untuk menghadapi soal- soal yang lumayan Susah

Sekalian memanfaat waktu kosong, akhir nya saya pakai saja untuk membuat beberapa hal.
Mulai dari Bikin Proposal sampai Cerpen. Ngomong- ngomong soal cerpen, ada cerpen baru yang lagi saya tulis nih. 

Sabtu, 12 Februari 2011

Cerpen

8 komentar
Setelah Sekian Lama Saya Tidak Menulis Cerpen. Akhir nya lahirlah cerpen saya ini. ya..ya..ya..cukup lama juga saya tak menulis cerpen. sekitar 6 bulan mungkin? (lama banget kan?)