Selasa, 25 Desember 2012

Dust Of Stars: Love

9 komentar
Galaksi 3

           
            Wayne membuka website twitter di browser nya. Lalu ia menuliskan akun twitter seta password nya. Dan beberapa saat kemudian, timeline pun terbuka lebar.
Berderet dari atas kebawah tweet- tweet dari orang- orang yang ia follow. Mulai dari yang sekedar menyapa dunia lewat akun nya, menuliskan quote dari beberapa film, memberitahu berbagai aktifitas yang sedang mereka kerjakan, tulisan galau yang terangkai dipagi yang kelabu.

Serta para pasangan yang saling menyapa satu sama lain.

Wayne menghela nafas. Entah kenapa dia selalu menghindar dari berbagai tulisan seperti itu. Tak mengerti. Kenapa dan apa maksud nya setiap tulisan yang mendayu- dayu untuk saling merayu satu sama lain. Berbagi cerita ( apapun, termasuk yang privasi sekalipun) dengan sangat bebas di timeline.

Dan apa arti nya semua itu?
Dan… apa sebenar nya…
Arti satu kata itu?
Yang selalu menjadi obrolan hangat yang menarik.
Namun tak dapat dimengerti untuk beberapa orang.


Kau tahu apa maksud Wayne.


Senin, 17 Desember 2012

Dust Of Stars: Sendiri

9 komentar
Galaksi 2
        
Biru menghela nafas. Ia sekarang sendiri di rumah. Kakek nya sedang pergi ke kantor RW, ada undangan rapat kata nya. Biru berjalan mondar- mandir dari kamar nya, lalu ke ruang tengah, ke dapur, lalu ke ruang tengah lagi, dan akhir nya ia ke teras rumah. Ia memandang ke sekeliling nya. Sepi. Pagi itu tak banyak orang yang lalu lalang.



Ia mengempaskan badan nya di kursi teras. Ia sangat bete hari itu. Tak ada yang bisa dikerjakan satupun. Ia sudah mencoba melanjutkan membaca autobiografi Mohammad Hatta, “Untuk Negeriku”
 Yang dibagi kedalam tiga buku. Satu buku sudah ia selesaikan beberapa minggu yang lalu. Dan sekarang, ia sedang membaca buku kedua  “Berjuang Dan Dibuang.”


Sayang nya, ia sedang bosan. Akhir nya buku itu hanya ia baca sekilas. Lalu ia letakan kembali di rak. Belum terpikikan lagi apa yang bisa dikerjakan oleh Biru saat itu. Ia semakin kesal karena sudah dari jam delapan pagi tadi ia tak menghasilkan apapun. Hanya menonton Televisi, lalu tidur- tiduran. 

Ternyata libur tak selama nya menyenangkan seperti yang diharapkan saat sedang sibuk. Banyak pr jauh lebih menarik seperti nya.

Hanya suara pesawat terbang yang terdengar melintasi langit diatas rumah Biru. Langit pun mendung. Kelabu. Seakan mendukung suasana yang sedang kering. Hawa dingin sedikit memberi hiburan pada Biru. Paling tidak, ada sesuatu yang mengganggu nya dari kesendirian.


“TENG TENG!”


Biru Kaget. Ini suara apa sih yang ganggu?!, pikir Biru.

Senin, 10 Desember 2012

Dust Of Stars: Rehat

3 komentar
Galaksi 1


Biru menghela nafas. Senyum masih tersemat di bibir nya. Minggu yang melelahkan akhir nya selesai juga. Walau sebenar nya masih bersisa satu hari lagi. Tapi Biru tak peduli lagi dengan buku- buku pelajaran yang ada di lemari nya.



Ia berjalan ke rak novel yang ada di kamar nya, dari ujung sampai ke ujung penuh sesak dengan novel- novel. Rak coklat yang cukup tua itu masih cukup menampung beberapa buku lagi. Biru sangat senang sekali dengan model rak nya yang simple, dengan beberapa lukisan motif di setiap sudut nya.
Ia mengambil satu novel berwarna oranye, ada inisial seorang penulis dan judul  di batang buku itu.
“DEE  madre”


Ia mengambil novel itu, lalu ia berjalan menuju teras. Tempat ia biasa membaca novel. Sesampai nya di teras, ia lalu duduk di kursi itu. Dan setelah mendapatkan posisi yang enak, ia mulai membuka lembaran novel itu.


  Biru menendengar langkah seseorang mendekati pintu, ia menutup sejenak novelnya. Lalu menoleh ke belakang.

Sabtu, 10 November 2012

Detak Merah Putih

9 komentar

Ketika aku memandang langit
Aku seakan mendengar desahan lembut
Dari sebuah lubuk yang kotor
“Hai kawan Lama!”


            Sekira nya aku mengetahui bahwa ranah kekuasaan yang sanagt luas telah digerogoti oleh sekumpulan lubuk kotor yang ganas. Seperti hal nya virus yang terus berinduk pada sel dan membunuh nya seketika. Kekuasaan seakan membuat Hidung- hidung mancung yang menjijikan itu bernafsu dengan sampah dunia.



Aku, yang setiap hari mendengar rintihan  yang mereka keluarkan di setiap momen, di setiap saat mereka ingin menjilat kaki- kaki orang borjuis yang bodoh. Rasa nya ingin sekali pergi meninggalkan tanah yang telah ternoda dengan orang- orang jelmaan lintah.

Tak berperasaan. 

Dengan berjuta topeng yang mereka miliki, mereka seakan sangat alim dimata manusia.



Sabtu, 20 Oktober 2012

Rasa Yang Bersembunyi

11 komentar

Image from google :)

Cukup sering ya seperti nya saya menemukan 'rasa'. setiap saya bertemu dengan nya, dia selalu bersembunyi. Seakan dia malu bertemu dengan saya.



 Entahlah, mungkin karena akhir- akhir ini saya sedang mengagumi sayap- sayap bintang yang ada dilangit. Daya sensitifitas saya terhadapt sebuah tulisan kok kaya nya semakin aneh aja ya. Oke, tentang sayap- sayap bintang di langit akan saya bahas nanti. Bisa panjang deh nanti kalau disatukan di tulisan ini :) *ngeles mode on

Jujur ya, saya senang sekali kalau bisa bertemu dengan 'rasa' yang pemalu. Bersembunyi. Seakan ia ingin saya temui namun tak ingin bertemu dengan saya. Ia sering saya temukan disetiap tulisan yang ditulis semua orang. Selalu ada 'rasa'. Nyata namun tak tampak. Seperti nama nya, ia harus dipahami.

Dia adalah jiwa dari penulis yang tertuang dalam tulisan. Entahlah, saya merasa perasaan seseorang dapat tergambar dalam tulisan yang ia buat. Perasaan saat ia sedang merangkai kata dalam berbagai perasaan. Senang, sedih, perih, sendiri, konflik, dan semua tentang kehidupan ada disana.



Hal ini pula kadang yang membuat saya ingin mengobrol dengan penulis nya. 
Hal ini pula yang membuat saya semakin senang dengan dunia tulis menulis. Dunia dimana semua fikiran dan rasa seseorang daapat tersalurkan dengan bebas dan riang. Tampa beban, lepas seperti burung- burung yang terbang diangkasa.


Setiap rasa, ada yang dapat dibagikan.
Ada juga yang tidak.


Thats rule of writting I think :)


With the dark night and star on the sky..

-FN-



Jumat, 28 September 2012

Ketika Mencoba Percaya

5 komentar
Mungkin ini soal mempercayai dan keyakinan pada seseorang. Seperti hal nya seseorang yang akan menyebrang jalan. Ia pasti akan mlihat ke kiri dan kanan. Melihat lampu lalu lintas. Setelah sekira nya aman. Ia akan menyebrang.

Walau dalam mempercayai seseorang itu tidak semudah saat menyebrang jalan ketika kita kepercayaan kita di libas begitu saja. Yang akhir nya membekas di dalam hati. 
Kepercayaan yang kita berikan mungkin tak sepenuh nya di rasakan dan diterima oleh seseorang yang kita beri. Kekhawatiran akan mengalami "tipuan" yang sama lagi pasti akan membayangi. Di akui atau tidak. Ia seperti bayangan yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Kadang menyebalkan juga. Pengalaman itu membuat kita sulit untuk mempercayai lampu lalu lintas, sulit untuk mempercayai pengendara yang berhenti. Lampu lalu lintas yang sudah kita percayai bisa saja jahil. Sesuka hati mengganti lampu- lampu nya. Pengendara yang kita percayai bisa saja mengkuti nafsu nya untuk cepat sampai tujuan. 

Ketika kepercayaan yang kita berikan di hancurkan begitu saja. 
Dalam hitungan detik persepsi kita pun akan berubah.


Dan,
Kepercayaan tak bisa dibangun dalam hitungan hari.
Ia seperti pohon yang harus ditanam, dirawat, hingga akhir nya menjadi pohon yang besar dengan pondasi yang kokoh. 

-FN-

Sabtu, 15 September 2012

Benteng Pertahanan

7 komentar
Image from tumblr

Ini bukan sekedar tentang pertahanan. Bukan seberapa kuat kita menahan serangan yang terus menyerbu tampa henti. Tapi, ini soal bagaimana kita berteman dengan waktu untuk dapat saling mengerti.
Rutinitas yang berulang- ulang dalam jangka waktu yang lama bisa di pastikan bisa membuat seseorang jenuh. Sama seperti benteng dari sebuah kastil kerajaan, kalau di serang terus menerus pasti lama- lama akan hancur juga.

Inilah kenapa perlu nya melupakan. Bukan melupakan secra gamblang. Tapi, melupakan untuk sejenak. Memikirkan hal yang sama berulang kali bisa membuat pikiran jenuh berkepanjangan. Dan itu juga yang pernah saya alami.

Pembuka

1 komentar
Ah, agak menyebalkan sebenar nya. Di awal yang baru ini saya agak kesulitan meimilih topik apa yang ingin dibahas di ruangan ini. Sehingga, saya selalu menyalahkan waktu yang tak bersalah. Menyangka bahwa waktulah yang membuat saya tak bisa menulis. Padahal, waktu selalu memberikan ruang nya untuk melakukan sesuatu.

Sebenar nya, sudah sejak beberapa minggu yang lalu saya sudah merencanakan untuk menulis blog di akhir mingggu. Namun setelah duduk manis di depan laptop saya tak kunjung dapat hal yang asik untuk di tuliskan. Hiah. Gimana sih nih. 
Dan satu lagi, saya masih agak bingung mengatur waktu. Masih dalam penyesuaian jadwal baru. 

Yup, sekarang saya sudah tidak pakai baju putih biru lagi. Tapi... Sudah putih abu- abu! yay! Kehidupan baru dengan rutinitas baru. :)

Salam hangat sahabat semua. 
Saya masih ada di dunia per-bloggeran lho. Don't forget me guys!

-Fizi-

Jumat, 17 Agustus 2012

Wayne

0 komentar
Wayne, lelaki itu duduk di kursi yang ada di taman kota itu. Menunggu seseorang yang mungkin tak akan datang. Akan datang, ke tempat dimana ia duduk saat ini.
Wayne, ia membuka note yang ia bawa kemana pun ia pergi. Lalu ia ambil pulpen hitam. Ia goreskan tinta di atas note itu.
Wayne, Hanya berharap orang yang ia tunggu akan datang saat itu juga. Penantian yang panjang. Namun masih belum menghasilkan apapun.
Wayne, mencoba menuliskan sebait puisi untuk orang yang tak pernah datang. Dengan tinta yang mulai pudar karena termakan oleh waktu.



Aku memang tak pernah menemui mu, 
Namun aku tahu kita saling mengenal
Karena, di kehidupan yang lalu
Aku yakin kita sudah pernah bertemu

-W-


Wayne, Menutup note nya. Lalu menyimpan pulpen tinta hitam yang ia gunakan.
Wayne, Mencoba menghirup udara yang dingin sore itu. Berharap, seseorang yang ia harapkan datang akan menyelimuto nya dengan jaket yang harum. Harum khas yang tak akan ia lupakan.
Wayne, Mungkin termasuk golongan orang gila. Hanya menunggu dan menunggu. Tampa tahu kenyataan apakah ia akan benar- benar datang atau tidak.


Aku hanya berharap
bisa bertemu dengan orang seperti kamu
Lagi, untuk saat ini saja
Karena, aku cukup kesepian untuk engkau sapa.

Aku memang tak pernah tahu
kapan dan dimana kita pernah bertemu
Hanya saja, aku terus berharap
Aku dapat memberikan sesuatu untuk mu 


Wayne kembali menatap langit senja sore itu. Menikmati lukisan alam, sambil kembali memikirkan orang yang ia tunggu.


-Fizi-







Mungkin Hanya Sapaan

1 komentar
Agak canggung juga sebenar nya setelah hampir beberapa bulan engga nulis blog. Ironis. Padahal selama itu juga banyak hal yang bisa saya tulis. Sayang nya saya masih belum bisa melokalisir waktu. Maklum, baru masuk SMA nih. Masih penyesuaian waktu. Banyak hal yang biasa nya saya lakukan, jadi engga bisa saya lakukan beberapa minggu terakhir ini.

Hanya sedikit spaan saja sih sebenar nya yang ingin saya sampaikan untuk semua nya. Ya.."how are you guys?" dan satu lagi. "I miss your voice" :)

Kering juga ternyata hidup tampa nge-blog. Walau hanya sekedar menulis sepatah dua kata. Tapi itu juga lebih baik dari pada yang saya lakukan, menghilang. Lenyap. Hah...
Mungkin itu juga yang membuat saya suka dengan blog nya Om Budi Rahardjo. Tulisan di blog nya sederhana, singkat. Tapi mengena di hati. 

Agak menyebalkan juga, engga di blog engga di catatan saya biasa nulis. Semua nya kering kerontang seperti padang pasir. There's not the words. I just can to read and read. But not for writting. Masa peralihan mungkin. Sama seperti peralihan musim di Indonesia kali ya? Peralihan dari musim panas ke musim hujan. Kadang hujan kadang kering. Tapi untuk saya seperti nya banyak kering nya. :')


Menyedihkan...


Pengen nya sih tiap hari bisa nulis. Tapi ada aja yang bikin lupa. Niat nya aja seperti nya yang masih belum kuat. Masih harus menguatkan niat menulis itu. Mencari pemacu atau pemaksa yang bisa membuat saya lebih produktif dari sekarang.



Sapaan dari tidur panjang dan masa kekeringan yang sangat lama ini, Sapaan singkat yang sebenar nya tak begitu penting untuk di dengar dengan mata. Sapaan dari saya, bahwa saya telah kembali dari masa- masa kelam itu. Okay, I'm come back. With the new paper. With the new mind.  



Dan akan saya mulai dari malam ini. Di malam tujuh belas Agustus dua ribu dua belas. Di malam hari kemerdekaan Indonesia. Tepat pula di malam terakhir untuk melaksanakan ibadah taraweh. 


Saya kembali.



-Fizi-

Minggu, 01 Juli 2012

A Glass Of Fruit Salad

13 komentar
Pagi- pagi sekali, gadis kecil sudah bersiap pergi ke beberapa tempat untuk mendapatkan bahan membuat salad buah. Sebuah makanan kesukaan kakek nya. Hari ini, kakek nya berulang tahun. Ia ingin meracik dan mendapatakan buah nya sendiri. Tampa ada yang membantu.


Di pagi yang dingin itu, gadis kecil menyambangi satu tempat dimana buah strawberry dan blueberry tumbuh dengan lebat. Tempat nya di dekat pintu masuk hutan. Sesampai nya di tempat itu, gadis kecil mulai memilih buah yang besar. Sesekali ia mencicipi buah nya untuk memastikan bahwa buah yang ia ambil memang manis. Setelah mendapatkan pilihan, ia memasukan buah itu ke dalam keranjang yang ia bawa.


Setelah memetik buah, gadis kecil berjalan menuju rumah paman Dim. Ia pergi ke rumah paman Dim karena di di rumah nya ada beberapa pohon apel yang sedang berbuah lebat. Ia hanya ingin meminta satu buah saja. cukup untuk membuat secangkir salad buah, pikir gadis kecil. Sesampai nya di rumah paman Dim, gadis kecil langsung menyambangi pintu masuk rumah yang cukup besar itu. Lalu mengetuk pintu. Tak berapa lama kemudian muncul dari balik pintu paman Dim. Ia tersenyum ramah. Gadis kecil langsung menyampaikan tujuan nya datang ke sana.

Senin, 11 Juni 2012

Secangkir Kopi

9 komentar
Image from tumblr 

Ketika malam menjelang, aku kembali termenung dengan beberapa hal yang mungkin sering terlewatkan saat sedang menjalani hari. Kembali terbayang beberapa tempat..orang...maupun buku- buku yang aku baca beberapa hari ini.

Secangkir kopi mungkin bisa membuat tenggorokan ku terasa pekat lengket. Tapi itulah yang ku inginkan pada segala bayang- bayang yang baru bisa ku hampiri saat malam menjelang. Secangkir kopi, entah kopi instant atau kopi hitam pekat dengan ampas yang masih mengambang di permukaan. Bagi ku mereka tak terlalu berbeda, sama- sama bisa memberikan sensai kepekatan.

Aku memang bukan penikmat kopi, aku hanya sesekali menyicipi nya.  Tapi, apakah aku bisa membuat bayang- bayang malam itu seperti kopi yang pekat? membekas ditenggorokan?
Terkadang, ada beberapa hal yang ingin ku lakukan tapi pudar begitu saja tampa bekas. Dan secara tiba- tiba muncul lagi dalam benak ku disaat yang sangat lama. Sampai aku lupa apakah hal itu penting atau tidak.

Kamis, 07 Juni 2012

Hal Yang Terlewatkan

8 komentar
Image from Tumblr!

Malam ini saya berjalan- jalan dari satu blog ke blog lain nya untuk mendapatkan hal baru ntuk saya tulis. Saya agak tersendat saat menulis tadi. Ya, faktor internal atau mungkin memang saya yang kurang membaca jadi kurang dapat ide.

Dan akhir nya saya berlabuh di blog milik Dewi Lestari. Ya..memang sudah lama tidak update. Tapi, Blog itu seperti harta karun yang bisa di jamah oleh semua orang. Dewi lestari memang seorang pengamat yang baik. Ya..bisa terbaca kok dari tulisan nya yang selalu penuh dengan detail yang cantik.

Saya membaca beberapa tulisan nya di blog itu, hampir semua post nya penuh dengan komentar. Dan akhir nya saya sampai juga disalah satu post nya yang berjudul "Merindu Dunia Mungil". Dalam postingan tersebut Dewi Lestari menuturkan tentang beberapa permainan masa kecil nya. Mulai dari bermain 'restoran- restoranan',' koran- koranan', sampai yang paling bertahan lama kata Dewi Lestari adalah 'Orang- Orangan'.

Minggu, 03 Juni 2012

Awan Dan Angin

9 komentar
Image from Google!


Awan terus saja berdiam diri di angkasa biru. Memperhatikan para petani yang sedang memanen padi, Menertawakan tingkah anak kecil di pinggir sawah yang bermain dengan senyum di wajah mereka, dan hanya melayang- layang di angkasa tampa tujuan yang jelas.

Sampai suatu saat, datanglah angin menyerbu tempat bermukim nya awan dilangit. Awan marah pada salah satu angin yang mendorong nya. Awan sangat  terganggu oleh tingkah agresif nya angin yang selalu membuat nya berpindah- pinda tempat. Sehingga ia tak bisa memperhatikan bumi dengan santai lagi. Awan pun berseru pada angin " Hei! pergilah kau dari sini! mengganggu aku saja!" 


Angin tak memperdulikan seruan awan. Ia tetap saja dengan sesuka hati menggiring awan dari satu tempat ke tempat lain nya. Awan pun kembali berseru. 
"Kau tak bisa dengar ya! pergi menjauh lah dari diri ku!aku ingin melihat bumi dengan tenang. Tak seperti kau yang kerjaan nya menggiring aku ke segala arah entah tujuan nya kemana!"

Sabtu, 02 Juni 2012

Menanti Dan Mendapatkan

2 komentar
Image from Tumblr

Sudah dari malam kemarin timeline di twitter penuh dengan tweet- tweet galau nan tegang. Satu persatu tweet tentang hasil UN bermunculan. Mulai dari yang sudah dapat info tentang hasil sampai dengan yang galau karena masih belum tau nilai nya.

Dan saya termasuk kategori yang kedua.

Sebenar nya sih saya engga terlalu tegang juga. Hanya saja, timeline yang saya baca membuat saya jadi makin penasaran dengan nilai nya. Saya memang tipe orang yanggampang penasaran dengan suatu hal. Jadilah begitu.

Ditambah lagi, ternyata jam pembagian nilai nya agak siang. Jam sebelas! Padahal sekolah lain banyak yang jam sembilan diambil nilai nya sama orang tua. Dengar- dengar juga, ada yang dikirim dengan pos. Haduh, ga enak banget tuh yang dikirim pak pos. Tegang nya berlipat ganda. :)

Ada juga salah satu sekolah yang hanya boleh orang tua aja yang datang ke sekolah. Murid dilarang masuk. kata nyasih dicegat di pintu gerbang. Nasib. (ini hasil baca timeline twitter juga) 

Senin, 28 Mei 2012

Corat- Coret

8 komentar
Image from Tumblr!

Biasa nya, yang nama nya penggambar suka doodleling. Sekedar corat- coret kesana kemari untuk mencari ide. Atau, saya sendiri kalau sudah selesai mengerjakan soal ujian kadang suka doodleling juga. :)
Mungkin terlihat tidak penting apa yang digambar saat doodleling. Tapi, dari sanalah kadang inspirasi suka datang menghampiri secara misterius.


Sekarang, saya juga lagi "iseng" mencoba menulis di Worpdress. Bukan blog baru juga sebenar nya, cuma engga keurus aja dulu waktu buat. Selesai buat blog, nulis sekali. Lalu saya hilang tampa jejak selama berbulan- bulan.

Minggu, 13 Mei 2012

Suara Hati

6 komentar


Berminggu- minggu lama nya saya menulis di buku tulis saya mengenai apapun yang saya ingin tulis dan saya lihat. Entah menulis puisi, prosa, ataupun hanya sekedar catatan kecil yang tak terlalu penting.

Tapi ternyata perpindahan saya dari media menulis online dengan menulis tangan biasa menciptakan sebuah hal baru.

Sampai detik ini, ada sebuah sensai yang tak bisa saya dapatkan saat menulis secara manual dengan menulis menggunakan keyboard. Menulis tangan memang agak sedikit menguras tenaga. Apalagi untuk orang seperti saya yang gaya menulis nya suka agak ditekan, ditambah dengan pullpen yang saya pakai berujung sedikit runcing. Jadilah sudah tapak di halaman selanjut nya.

Kalau ada yang salah, saya lebih suka mencoret nya secara langsung. Memang membuat halaman yang sedang saya tulis berkurang nilai kerapihan nya. Tapi saya rasa coretan itulah yang akan menjadi "tanda" dari tulisan saya suatu saat nanti.


Minggu, 29 April 2012

The name

5 komentar
When I find the name
I found some flower obove me
And i feel, that It's talk to me
" The name has meaning like the World"

I just hear what it said to me
The puzzle of the name
It's like some problem in our life

Kamis, 26 April 2012

A long Time

2 komentar
Image from Tumblr


With the rain in the night, with the silver moon on the black sky. With many stars around the moon..
And, In here.
With you.

Sabtu, 18 Februari 2012

Quote

8 komentar
Image From Tumblr

Langkah saya terhenti di depan Majalah Dinding yang berhadapan langsung dengan kumpulan alat- alat gamelan. Seperti biasa saya iseng membaca salah satu rubrik disana. Ada satu Rubrik yang menarik, "Quote Of This Week".

Ah..untuk orang seperti saya yang sedang haus akan motivasi. Rubrik ini sangat menarik. Ada beberapa Quote disana. dibagian atas tertera beberapa Quote dalam bahasa Inggris. saya lupa apa isi Quote nya. Tapi, sebagaimana hal nya kata bijak lain nya. Kata- kata yang simpel itu bisa membangkitkan hormon adrenalin didalam tubuh saya. 

Tapi, ada satu Quote yang lumayan panjang bawah rubrik itu. Di akhir Quote itu tertulis sebuah mention 
@Shitlicious

Seingat saya dia adalah salah satu bloger Indonesia yang terkenal. Menarik. Akhir nya saya iseng membaca Quote yang ia buat..

Coffee

1 komentar
Image From Tumblr

Akhir nya saya bisa duduk tenang lagi di ruangan ini. Ruangan kita semua. Sebuah ruangan milik sahabat semua. Disinilah tempat saya berbagi cerita. Ya.. on our room..
Ruangan ini sudah lama tidak saya jenguk. Debu bertebaran dimana- mana. Ya, saya bisa merasakan nya.

Seperti biasa, saya masih mencoba untuk bisa jujur dalam menyampaikan apa yang saya sampaikan kepada kawan semua. Secara teori memang mudah untuk dipelajari, tapi jujur dalam menulis itu bukan sekedar cuap- cuap dengan topik yang tak tentu. Atau ngalor ngidul tampa arah yang jelas. Jujur menulis itu seperti kita meminum Kopi hitam, pertama aroma pekat yang menawan nya akan tercium. lalu setelah kita tergoda untuk meminum nya. Perlahan gelas kita angkat, lalu kita meniupkan angin ke atas gelas.

Setelah kopi kita teguk, ada dua rasa yang akan kita dapat. Manis dari gula yang sudah menyatu, dan sedikit pahit dari ampas kopi yang masih mengambang di permukaan. 

Seperti itu lah menurut saya.. :)

Apakah bisa apa yang saya sampaikan ini menjadi sebuah filosofi?



-FN-


Senin, 23 Januari 2012

Kisah Perputaran

5 komentar
Berjalan di atas karpet hijau yang tua
menyusuri setiap detail ruangan ini
dan aku pun baru sadar bahwa
Aku telah lama meninggalkan ruangan ini

Tersendat- sendat dalam menyampaikan asa
aku hanya bisa lepas saat tertawa saat ini
menertawai ide yang dicegat asa
bahwa aku mulai bingung dengan apa yang ingin ku sampaikan disni

Untuk kesekian kali nya
aku hanya ingin menyampaikan sebuah cerita
tentang sebuah kisah perputaran pikiran tiada henti
bahwa aku terus berputar di pelajaran tampa henti