Tampilkan postingan dengan label Dust Of Stars. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dust Of Stars. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Selamat Tinggal

0 komentar
I get this image from some tumblr website.

Ada kala nya aku merasa menjadi seseorang yang berbahagia. Ketika  ada sebuah ruang yang tiba- tiba saja muncul. Sudah tertata rapi tampa ada yang menata.
Ada kala nya aku merasa muram, ketika ternyata ruangan yang telah ada itu luluh lantak dan hancur tak berbentuk. Entah oleh siapa.

Kini, aku hanya menatapi riak air di tepi kolam. Sembari mengingat kembali mengapa ruangan itu bisa muncul dan hancur begitu saja. Siapa yang menhancurkan? jangan tanya. Aku pun tak begitu mengetahui nya. Mungkin oleh aku sendiri, atau oleh orang lain yang menyelinap kedalam ruangan miliki itu.

Aku melukiskan berbagai macam impian fana dalam imajinasi yang sama sekali tidak nyata. Tentang hal ini dan itu yang belum pernah terwujud hngga kini. Sungguh, itu tak terlalu menyesakan. Hanya saja, mengapa tak ada satupun dari lukisan itu yang menjadi nyata?


Sabtu, 28 September 2013

Siklus Yang Ada

2 komentar
I got this picture from this site. Click me!

Selamat malam semua nya...
Akhir nya saya kembali lagi di ruangan ini ya, tempat berbagi cerita yang penuh warna. :)

Well, Akhir nya saya mendapatkan juga akhir minggu yang tenang, tampa ada kosa kata ilmiah yang harus di hafalkan, angka- angka beserta saudara- saudari nya (seperti sin,cos,tan,median, dan apalah itu), serta catatan yang penuh dengan berbagai macam materi yang harus di pahami. 

Ah, tenang dan nikmat sekali. 

Tapi, ada hal yang lumayan menyesakan dibalik kenikmatan akhir minggu ini.

Sabtu, 02 Maret 2013

StreetStory (Again)

4 komentar
Minggu ini benar- benar penuh dengan berbagai kejadian unik. Ya... beberapa lumayan menegangkan juga. Tapi, mungkin itu yang membuat minggu ini cukup berwarna.


Dimulai, dari hari senin minggu ini.
Pagi itu saya sedang berjalan menuju sekolah. Seperti biasa, saya melewati salah satu gedung dekat sekolah dengan warna oranye dan burung- burung merpati yang menghiasi beberapa sudut gedung tersebut. Saya melintasi gedung itu, dimana di hadapan saya agak jauh sedikit terdapat perempatan jalan. 



Saya berjalan seperti biasa. Sampai akhir nya, ketika saya hampirmendekati perempatan tersebut. ada sebuah motor hitam dengan laki- laki mengendarai nya. Dengan muka helm yang terbuka. Melintasi jalan raya pagi itu dengan cepat. Sesekali sebelum berbelok ke salah satu jalan ia menoleh kebelakang. Entah apa yang dilihat nya.

Jumat, 25 Januari 2013

My Note #1

8 komentar

Lagi- lagi saya tertipu dengan  hari.
Hari libur bukan nya memberikan peluang untuk saya melakukan banyak hal yang bisa di cicil untuk minggu selanjut nya. Ini malah jadi menumpuk-puk jadi gunung. Bukan libur nya juga sih yang tidak memberikan peluang. Jelas- jelas dia sudah berbaik hati memberikan peluang mengerjakan banyak hal di hari libur.


Haduh.. jahat sekali saya ini malah menyalahkan hari libur ya. :)

Kemarin, hari kamis adalah hari yang sangat menyenangkan. Libur nasional. Hari Maulid Nabi. Hampir semua instansi libur, ada juga beberapa sekolah yang menggeser hari libur nya ke hari Jumat. Termasuk sekolah saya. Namun, tak apa. Lagipula hari Kamis kemarin toh hanya sekedar acara perlombaan. 

Kemarin, saya santai- santai saja. Menikmati novel yang baru saja saya pinjam dari perpustakaan. Seru dan menyentuh. Novel dari Tere- Liye, "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu". Tak usahlah saya bahas apa isi dari cerita novel tersebut. Lagipula belum selesai juga saya membaca nya. hehehe... :D

Selasa, 25 Desember 2012

Dust Of Stars: Love

9 komentar
Galaksi 3

           
            Wayne membuka website twitter di browser nya. Lalu ia menuliskan akun twitter seta password nya. Dan beberapa saat kemudian, timeline pun terbuka lebar.
Berderet dari atas kebawah tweet- tweet dari orang- orang yang ia follow. Mulai dari yang sekedar menyapa dunia lewat akun nya, menuliskan quote dari beberapa film, memberitahu berbagai aktifitas yang sedang mereka kerjakan, tulisan galau yang terangkai dipagi yang kelabu.

Serta para pasangan yang saling menyapa satu sama lain.

Wayne menghela nafas. Entah kenapa dia selalu menghindar dari berbagai tulisan seperti itu. Tak mengerti. Kenapa dan apa maksud nya setiap tulisan yang mendayu- dayu untuk saling merayu satu sama lain. Berbagi cerita ( apapun, termasuk yang privasi sekalipun) dengan sangat bebas di timeline.

Dan apa arti nya semua itu?
Dan… apa sebenar nya…
Arti satu kata itu?
Yang selalu menjadi obrolan hangat yang menarik.
Namun tak dapat dimengerti untuk beberapa orang.


Kau tahu apa maksud Wayne.


Senin, 17 Desember 2012

Dust Of Stars: Sendiri

9 komentar
Galaksi 2
        
Biru menghela nafas. Ia sekarang sendiri di rumah. Kakek nya sedang pergi ke kantor RW, ada undangan rapat kata nya. Biru berjalan mondar- mandir dari kamar nya, lalu ke ruang tengah, ke dapur, lalu ke ruang tengah lagi, dan akhir nya ia ke teras rumah. Ia memandang ke sekeliling nya. Sepi. Pagi itu tak banyak orang yang lalu lalang.



Ia mengempaskan badan nya di kursi teras. Ia sangat bete hari itu. Tak ada yang bisa dikerjakan satupun. Ia sudah mencoba melanjutkan membaca autobiografi Mohammad Hatta, “Untuk Negeriku”
 Yang dibagi kedalam tiga buku. Satu buku sudah ia selesaikan beberapa minggu yang lalu. Dan sekarang, ia sedang membaca buku kedua  “Berjuang Dan Dibuang.”


Sayang nya, ia sedang bosan. Akhir nya buku itu hanya ia baca sekilas. Lalu ia letakan kembali di rak. Belum terpikikan lagi apa yang bisa dikerjakan oleh Biru saat itu. Ia semakin kesal karena sudah dari jam delapan pagi tadi ia tak menghasilkan apapun. Hanya menonton Televisi, lalu tidur- tiduran. 

Ternyata libur tak selama nya menyenangkan seperti yang diharapkan saat sedang sibuk. Banyak pr jauh lebih menarik seperti nya.

Hanya suara pesawat terbang yang terdengar melintasi langit diatas rumah Biru. Langit pun mendung. Kelabu. Seakan mendukung suasana yang sedang kering. Hawa dingin sedikit memberi hiburan pada Biru. Paling tidak, ada sesuatu yang mengganggu nya dari kesendirian.


“TENG TENG!”


Biru Kaget. Ini suara apa sih yang ganggu?!, pikir Biru.

Senin, 10 Desember 2012

Dust Of Stars: Rehat

3 komentar
Galaksi 1


Biru menghela nafas. Senyum masih tersemat di bibir nya. Minggu yang melelahkan akhir nya selesai juga. Walau sebenar nya masih bersisa satu hari lagi. Tapi Biru tak peduli lagi dengan buku- buku pelajaran yang ada di lemari nya.



Ia berjalan ke rak novel yang ada di kamar nya, dari ujung sampai ke ujung penuh sesak dengan novel- novel. Rak coklat yang cukup tua itu masih cukup menampung beberapa buku lagi. Biru sangat senang sekali dengan model rak nya yang simple, dengan beberapa lukisan motif di setiap sudut nya.
Ia mengambil satu novel berwarna oranye, ada inisial seorang penulis dan judul  di batang buku itu.
“DEE  madre”


Ia mengambil novel itu, lalu ia berjalan menuju teras. Tempat ia biasa membaca novel. Sesampai nya di teras, ia lalu duduk di kursi itu. Dan setelah mendapatkan posisi yang enak, ia mulai membuka lembaran novel itu.


  Biru menendengar langkah seseorang mendekati pintu, ia menutup sejenak novelnya. Lalu menoleh ke belakang.