Minggu, 17 Januari 2016

Tidak Produktif

Selama liburan semester ini saya benar- benar tidak produktif. Kerjaan saya selama liburan hanya seputar internet, streaming, baca novel, main game, makan, shalat, dan berulang secara terus menerus selama berminggu- minggu. 

Saya sedang baca novel Magnus Chase karya Rick Riordan. Sejujur nya saya adalah penggemar berat novel- novel Rick Riordan. Tapi, ada yang mengganjal saat saya baca novel ini. Bukan soal cerita nya, tapi soal terjemahan nya. Terjemahaan novel ini sebenarnya sudah bagus secara keseluruhan.. tapi.. ada beberapa bagian yang agak menyebalkan. 

Ada banyak bahasa aneh seperti Kutung,  dan beberapa kata tidak umum yang digunakan penerjamah nya. Itu benar- benar mengganggu. Sejauh yang saya ingat pada novel Rick Riordan yang sebelum nya (Percy Jackson Series) penerjemah nya tidak menggunakan kata- kata yang tidak umum. Saya sudah cek penerjemah nya memang berbeda. Namun penyunting nya tetap sama. 

Selain itu, ada keanehan seperti tokoh Magnus Chase yang memanggil ibu nya dan beberapa tokoh Dewa dalam novel dengan panggilan Beliau.  Saya mengerti mungkin maksud nya ingin terlihat formal. Tapi, terjemahan itu agak berlebihan. Novel ini masih ada hubungan nya dengan Percy Jackson Series. Dan perlu diingat dalam Percy Jackson Series tidak ada tokoh utama (Percy,Annabeth,Jason,dan lainnya)  yang memanggil tokoh Dewa maupun orang yang lebih tua dengan panggilan beliau. 

Aneh banget. kesan nya jadi kaku sekali tokoh Magnus Chase. Semoga aja novel lanjutan dari Magnus Chase diterjemahkan oleh orang yang berbeda atau setidak nya orang yang sama yang menerjemahkan Percy Jackson Series. Kecewa tau ga lagi seru baca tiba- tiba ada kata- kata yang engga lazim digunakan. 

Emang nya Magnus Chase tokoh bocah asia timur yang penuh dengan sopan santun apa. Lagian dia bukan orang asia. Dia jelas- jelas tokoh barat. 
Kesel banget aslian baca terjemahan yang tidak sesuai dengan latar belakang tokoh. Sejak kapan ada anak amerika yang manggil orang yang lebih tua dengan panggilan beliau. Emang nya ada disini yang manggil ibu nya sendiri dengan beliau :( Panggil aja Ibu atau mama gitu. Lebih manusiawi rasanya. 

hah sudahlah kenapa jadi mengkritisi novel gini. 
Bye.

-FNFA-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar