Sabtu, 14 Juni 2014

Holiday Plan?


Halo semuanya! Hah, Entah kenapa saya lagi pingin nulis sesuatu lagi hari ini. 

Saya sudah eresmi menjadi murid tingkat akhir di sma. Yup, mari kita ucapkan selamat datang kepada rutinitas tiada henti dan soal- soal ujian yang baru bisa saya tinggalkan ketika nanti saya sudah resmi menjadi mahasiswa di salah satu universitas ataupun institut. Engga terlalu menjadi masalah sih ya sebenarnya, cuma yang jadi masalah untuk saya saat ini adalah satu hal: manajemen waktu.

Sejujurnya, saya tidak terlalu pandai dalam membagi waktu. Dalam hal ini, waktu belajar. Ya, I dont want to join any course (kecuali untuk bahasa inggris) like another my friends. Bagi saya, masuk bimbingan belajar itu bagaikan penjara tiada akhir. Pulang sekolah, masuk bimbel, belajar di bimbel, ngerjain pr di bimbel. Ih, males banget deh. Saya memang dari sd selalu belajar mandiri. Alias sendiri. Untuk pelajaran matematika ataupun fisika alhamdulillah masih ada papa saya yang membantu. He really good at that subject.

Sayang nya bisa dibilang saya agak bertolak belakang dengan papa saya. Hahahaha.
Tapi setidak nya saya masih bisa mengejar kekurangan saya di pelajaran tersebut dengan bantuan papa saya. 


Nah, yang menjadi masalah utama sebenar nya tidak hanya manajemen waktu kalau sekarang. Tapi, masalah adanya beberapa tambahan pelajaran baru seperti kimia yang tidak ada sewaktu saya smp. Saya semakin pusing untuk membagi waktu untuk belajar. 


Oke, akan saya coba jabarkan.

Untuk hafalan semacam biologi. Ya.. bisalah nyolong waktu pagi- pagi setiap hari jam tiga pagi setelah bangun tidur (walau kalau waktu nya sudah ditambah dengan tetek bengek semacam cuci muka dan melamun sebentar seperti nya belajar baru dimulai setengah jam kemuduian.. heuhuehue)

Matematika dan Fisika, hmm.. anggaplah seminggu ada tujuh hari ( ya iyalah, anak tk juga tau). jadi kalau dua pelajaran ini bisa saling bergantian. Senin fisika, selasa matematika dan seterus nya. Waktunya.... gimana ya. Anggaplah pahit-pahit nya kalau ada ulangan besoknya. Bisalah nyuri waktu setengah atau seengganya sejam buat belajar soal- soal. Kalau engga ada ulangan (semoga tiap hari ya, tapi itu benar- benar mustahil untuk sekolah saya) belajar bisa dimulai setelah shalat ashar sekitar sejam. Setelah itu istirahat. Mulai lagi setelah shalat maghrib, berhenti pas azan isya, setelah shalat isya belajar lagi sampai dengan selesai.

Iya, belajar fisika sama matematika tuh gini ya perbandingan nya dengan pelajaran hafalan. 

Kalau pelajaran hafalan, misalnya biologi perlu tiga jam untuk paham dan hafal. Maka untuk fisika dan matematika diperlukan lima belas jam bahkan lebih untuk bisa benar- benar mantap dengan suatu materi. 


Oke, sekarang kimia. 
Si kimia ini benar- benar menyebalkan. Ditaro di waktu mana coba ya.. asem. Okelah, jadwal kimia fleksibel. Kalau misal nya sudah muak dan mumet belajar fisika dan matematika, diganti dengan belajar kimia. Tapi, dalam satu minggu harus selalu belajar ketiga pelajaran itu. 

Problem solved.


Sekarang bahasa inggris dan indonesia. 
Gimana ya, bahasa itu abstrak seperti lukisan. Saya lebih suka menyebut bahasa sebagai seni. Non eksakta. Satu- satunya cara hanya memperbanyaj latihan soal untuk melatih insting. Menganalisis setiap soal dan mencari cara untuk menyelesaikan nya. Sedangkan  untuk Inggris, masalah yang saya miliki sebenar nya di vocabulary. Dan artinya saya harus memperbanyak membaca artikel berbahasa inggris. 


Yes selesai! eh... waktu buat bahasa gimana ya..?
Gimana nantilah, inysaallah bisa diselipin di sela- sela waktu. hahahaha.


Alhamdulillah... setidak nya gambaran kasar jadwalnya sudah ada. 


Saya harus mulai dari liburan sekarang ini.  Beberapa teman saya malah sudah ada yang bersiap- siap untuk masuk bimbel kelas liburan. Hah, kenapa hidup di masa SMA ini harus membuat anak- anak remaja menjadi budak soal dan nilai. Padahal, untuk bisa menjalani masa kerja nanti yang diperlukan engga hanya nilai ajakan. Pengalaman juga diperlukan. 

Apa artinya nilai seratus diatas kertas dibandingkan dengan seratus pengalaman kerja di dunia nyata. 
Nilai seratus diatas kertas itu hanya sekedar sampah. 

Hahaha, sudah mulai sok tau saya ini. Lulus SMA aja belum, tau apa saya tentang dunia kerja hahahaha.
( Seengga nya liburan kemarin saya mendapat pengalaman seru ikut menjadi panitia acara Mangrovestasi Kompas MuDa di Blanakan, Subang. Dan itu benar- benar pengalaman yang berharga!)


Salam hangat,
-FN-

3 komentar:

  1. yang pnting semangat belajar. Saya juga gak pengen anak2 saya masuk bimbel. Insya Allah bisa berprestasi walopun tanpa masuk lembaga bimbel :)

    BalasHapus
  2. nice post sob..
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...
    salam kenal yach...
    kunjungi blog saya juga ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    agen situs poker online indonesia uang asli,poker online terpercaya dan teraman...
    http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com
    serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/
    di oliviaclub.com poker online uang asli terbaik di indonesia dengan teknologi teraman dan tercanggih.
    main dan ajak teman anda bergabung dan dapatkan 20% referral fee dari house commision untuk turnover teman ajakan anda...

    BalasHapus
  3. keren gan article nya..kenjungi juga blog saya ya gan http://chaniaj.blogspot.com/

    BalasHapus