Sabtu, 19 Januari 2013

Galeri Kehidupan

9 komentar
I got this photo from this website, klik it!

Seperti kebiasaan saya. Saya selalu memulai meyambungkan satu kata dengan kata lain nya berdasarkan cerita. Cerita yang saya alami sendiri, atau mungkin salah satu cerita favorit saya setelah novel petualangan.
Cerita miliki orang lain.

Cerita miliki orang lain terlihat sangat menarik. Mungkin karena bukan kita yang mengalami cerita tersebut. Atau bisa saja memang karena alur nya yang sangat lain. Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sebuah cerita tentang tujuan.


Kehampaan.
Satu kata yang bisa mengubah suatu hari menjadi sangat datar. Lentera yang tiba- tiba redup kehilangan sumber cahaya nya. Yang pergi entah ke bagian bumi belah mana. Bahkan, mungkin ia meninggalkan galaksi Bimasakti. :)


Tujuan pasti menjadi lentera setiap orang yang akan melakukan sesuatu. Seperti nya tak mungkin juga kalau ada seorang pelukis yang mengayunkan kuas nya kesana- kemari diatas kanvas tampa adanya tujuan. Sebuah lukisan yang indah atau bahkan abstrak sekalipun yang terlihat asal- asalan dalam membuat nya. 
Ada tujuan dibalik nya.

Jumat, 11 Januari 2013

Kembali

2 komentar
Image From Tumblr

Kembali pada dunia nyata. :)

Setelah istirahat dari semua rutinitas awal di sekolah (baca: libur) akhir nya kembali juga pada dirinya. Tugas lagi... Pr lagi... Semua nya deh. Semua yang sempat terlupakan dimasa- masa libur akhir nya menampar wajah. Membangunkan dari fikiran yang sempat mangut- mangut karena kebingungan harus ngapain di akhir minggu libur.

Berhubung masih awal, semua nya masih belum efekif seratus persen. Termasuk guru yang ngajar juga :D
Walau tergantung guru nya juga sih ya, ada yang masih refreshing di jam pertama pelajaran... sekedar saling berbagi cerita saat liburan kemarin.

Sampai yang menghadir kan sebuah kuis, ya kuis.
Kuis yang membuat saya harus menggali lagi segala hal yang telah saya pelajari di semester kemarin. Haa... Untung nya masih ingat :)


Masa- masa peralihan ini juga ternyata dibumbui dengan cuaca kota Bandung yang galau. Hujan rintik- rintik saat pulang.. sampai angin yang menggebu- gebu berlari kesana kemari tampa arah yang jelas. Seperti nya angin di kota kembang ini ingin membantu orang- orang mendinginkan tubuh. 
Yang pasti, cuaca kota kembang ini sedang adem ayem. Hahaha....


Nah, gimana nih dengan sahabat semua?
Mengawali rutinitas kembali... membangkitkan semangat lagi dari tidur nya...

Keep smilling :)

-FN-


Note: 
Serial Dust Of Stars kemarin gimana nihh? Seru engga? kalau ada masukan buat alur atau tokoh kasih tau di komentar nya ya... :D





Selasa, 25 Desember 2012

Dust Of Stars: Love

9 komentar
Galaksi 3

           
            Wayne membuka website twitter di browser nya. Lalu ia menuliskan akun twitter seta password nya. Dan beberapa saat kemudian, timeline pun terbuka lebar.
Berderet dari atas kebawah tweet- tweet dari orang- orang yang ia follow. Mulai dari yang sekedar menyapa dunia lewat akun nya, menuliskan quote dari beberapa film, memberitahu berbagai aktifitas yang sedang mereka kerjakan, tulisan galau yang terangkai dipagi yang kelabu.

Serta para pasangan yang saling menyapa satu sama lain.

Wayne menghela nafas. Entah kenapa dia selalu menghindar dari berbagai tulisan seperti itu. Tak mengerti. Kenapa dan apa maksud nya setiap tulisan yang mendayu- dayu untuk saling merayu satu sama lain. Berbagi cerita ( apapun, termasuk yang privasi sekalipun) dengan sangat bebas di timeline.

Dan apa arti nya semua itu?
Dan… apa sebenar nya…
Arti satu kata itu?
Yang selalu menjadi obrolan hangat yang menarik.
Namun tak dapat dimengerti untuk beberapa orang.


Kau tahu apa maksud Wayne.


Senin, 17 Desember 2012

Dust Of Stars: Sendiri

9 komentar
Galaksi 2
        
Biru menghela nafas. Ia sekarang sendiri di rumah. Kakek nya sedang pergi ke kantor RW, ada undangan rapat kata nya. Biru berjalan mondar- mandir dari kamar nya, lalu ke ruang tengah, ke dapur, lalu ke ruang tengah lagi, dan akhir nya ia ke teras rumah. Ia memandang ke sekeliling nya. Sepi. Pagi itu tak banyak orang yang lalu lalang.



Ia mengempaskan badan nya di kursi teras. Ia sangat bete hari itu. Tak ada yang bisa dikerjakan satupun. Ia sudah mencoba melanjutkan membaca autobiografi Mohammad Hatta, “Untuk Negeriku”
 Yang dibagi kedalam tiga buku. Satu buku sudah ia selesaikan beberapa minggu yang lalu. Dan sekarang, ia sedang membaca buku kedua  “Berjuang Dan Dibuang.”


Sayang nya, ia sedang bosan. Akhir nya buku itu hanya ia baca sekilas. Lalu ia letakan kembali di rak. Belum terpikikan lagi apa yang bisa dikerjakan oleh Biru saat itu. Ia semakin kesal karena sudah dari jam delapan pagi tadi ia tak menghasilkan apapun. Hanya menonton Televisi, lalu tidur- tiduran. 

Ternyata libur tak selama nya menyenangkan seperti yang diharapkan saat sedang sibuk. Banyak pr jauh lebih menarik seperti nya.

Hanya suara pesawat terbang yang terdengar melintasi langit diatas rumah Biru. Langit pun mendung. Kelabu. Seakan mendukung suasana yang sedang kering. Hawa dingin sedikit memberi hiburan pada Biru. Paling tidak, ada sesuatu yang mengganggu nya dari kesendirian.


“TENG TENG!”


Biru Kaget. Ini suara apa sih yang ganggu?!, pikir Biru.