Minggu, 03 Juni 2012

Awan Dan Angin

Image from Google!


Awan terus saja berdiam diri di angkasa biru. Memperhatikan para petani yang sedang memanen padi, Menertawakan tingkah anak kecil di pinggir sawah yang bermain dengan senyum di wajah mereka, dan hanya melayang- layang di angkasa tampa tujuan yang jelas.

Sampai suatu saat, datanglah angin menyerbu tempat bermukim nya awan dilangit. Awan marah pada salah satu angin yang mendorong nya. Awan sangat  terganggu oleh tingkah agresif nya angin yang selalu membuat nya berpindah- pinda tempat. Sehingga ia tak bisa memperhatikan bumi dengan santai lagi. Awan pun berseru pada angin " Hei! pergilah kau dari sini! mengganggu aku saja!" 


Angin tak memperdulikan seruan awan. Ia tetap saja dengan sesuka hati menggiring awan dari satu tempat ke tempat lain nya. Awan pun kembali berseru. 
"Kau tak bisa dengar ya! pergi menjauh lah dari diri ku!aku ingin melihat bumi dengan tenang. Tak seperti kau yang kerjaan nya menggiring aku ke segala arah entah tujuan nya kemana!"


Angin akhir nya berhenti menggiring awan. Awan pun tersenyum menang.

Angin pun berbicara, "aku bukan nya tak tahu malu menggiring mu sesuka hati. Hanya saja, aku bosan melihat kau yang setiap hari melihat satu pemandangan yang sama. Aku sengaja menggiring mu dari satu tempat, ke tempat lain nya."

Awan terbakar emosi nya karena perkataan angin, ia pun berkata " Apa yang kau bilang?! melihat pemandangan?! aku tak bisa menikmati nya dengan seksama! Itu karena kau! kau terus menggiring ku!" Teriak Awan pada Angin.


"Kau tak sadar ya? aku menggring mu dengan perlahan, sedikit demi sedikit. Hanya dengan kecepatan rendah. Bahkan tak lebih seperti jalan kakek tua di bawah kita itu."
"Hanya, kau saja yang dari tadi terus memperhatikan ku yang menggiring mu dan terus mengeluh. Dan akhir nya kaupun lupa untuk memperhatikan pemandangan di bawah mu."  Angin berbicara santai sambil menatap Awan.

"Aku tak peduli! Pergi kau dari sini! Pergi! aku ingin memperhatikan lagi mahluk bumi di bawah sana." dengan ketus Awan membalas penjelasan angin. 
Akhir nya, Angin pun berhenti mempberikan penjelasan. Ia sedikit demi sedikit menjauh dari Awan. Sebelum pergi, Angin membalik badan dan berkata pada angin.


"Hei Awan.."
"APA?!" jawab Awan dengan ketus.
"Aku hanya ingin mengingatkan mu, saudara ku sebentar lagi akan datang kesini bersama Petir dan beberapa kawan nya. Kau mungkin harus menjauh dari sini. Itupun, kalau kau masih ingin menatap mahluk bumi yang kau sebutkan tadi. Apa mau aku antarkan kamu ke tempat lain?" Tawar Angin pada awan yang masih melihat dengan sorotan mata yang tajam.
"Tidak perlu, tinggalkan saja aku disini." kata Awan sekena nya.

Angin terdiam lagi. Ia masih heran dengan prilaku Awan yang tak peduli dengan keadaan. Akhir nya Angin memutuskan meninggalkan Awan. Lalu, Ia meninggalkan pesan terakhir nya pada Awan.

"Mungkin musuh mu juga akan datang kemari" Jelas Angin dengan datar. Ia lalu pergi meninggalkan Awan yang asyik memperhatikan kegiatan manusia dan hewan di bawah sana. Ia tak sadar, sebentar lagi Petir dan kawan nya (juga musuh Awan) akan segera datang ke tempat itu. Ia tak peduli dengan perkataan angin dan hanya memenuhi keinginan nya saja.


Sampai Akhir nya, Badai datang bersama dua orang tak terduga: Petir dan Awan Hitam.
Awan Hitam sang musuh Awan datang dengan perlahan tapi pasti. Mengendap- endap seperti agen rahasia yang ada di bumi. Kecuali Petir dan Badai. Mereka datang dengan cepat.
Karena keasyikan, Awan tak memperhatikan orang- orang yang datang.


Pertama- tama, Awan Hitam (musuh Awan) datang bersama beberapa kawan dan kerabat nya. Awan Hitam mulai memenuhi area di sekitar Awan. Awan pun perlahan berubah warna nya menjadi kehitaman karena tertutupi Awan hitam.

 Awan masih belum sadar.

Lalu, setelah Awan Hitam. Datanglah Badai (sang saudara Angin) dengan cepat. Dia tak suka dengan gaya  Awan Hitam yang perlahan- lahan. Ia langsung datang menerjang. Badan Awan pun mulai terkikis oleh Badai.  Tetapi, Awan masih saja bisa menertawai kakek tua yang terjatuh karena kaki nya terjerembab di genangan air.

Ia mulai sadar ada seseorang yang datang, karena ia merasa tubuh nya seperti ada yang menguap.
"Ah, paling hanya perasaan ku saja" lalu ia kembali tertawa.


Dan akhir nya... Petir pun datang!

"BLAR!" Petir secepat kilat menyambar ke segala arah. Atas, bawah, samping kanan dan kiri. Awan pun akhir nya Kaget mendengar suara sambaran Petir. Ia akhir nya sadar. "Kenapa badan ku menjadi hitam begini? Kenapa badan ku jadi semakin kecil begini?? Tidak! Petir dan kawan nya sudah datang! Aku harus melarikan diri!"  kata Awan dengan panik.

Awan pun mencoba  mengikuti arah badai bergerak. Tapi tak bisa. badai terlalu ganas. Ia sangat berbeda dengan Angin! Angin masih berbaik hati mau mendorong nya dengan kecepatan rendah. tapi tidak untuk Badai!

"Badai! tolong aku! tolong keluarkan aku dari tempat ini!" Teriak Awan.
" Hah? tolong katamu? tadi kau sudah diperingatkan oleh saudara ku untuk menjauh dari tempat ini! Kau tak peduli! aku pun akan membalas perbuatan mu pada saudara ku! Rasa kan semua ini!" Teriak Badai dengan rasa tak peduli. Badai pun semakin kencang. Ia membuat sekujur tubuh awan semakin kecil.

Awan hanya bisa meronta- ronta meminta belas kasihan. Tapi tak ada yang peduli. Petir ternyata semakin bersemangat menyambar kesana kemari. Sampai akhir nya salah satu sambaran petir terkena bagian tubuh Awan.

 Awan pun terbelah!
Ia lenyap seketika oleh sambaran Petir.


Petir, tak peduli dengan apapun yang ia sambar. Pohon, gedung tinggi, apapun yang bisa ia jangkau pasti disambar nya.
Awan Hitam, Ia masih menikmati sensasi yang luar biasa karena bisa mendapatkan tontonan yang menarik. Melihat musuh nya mati konyol oleh ke-egoisan nya sendiri.
Sedangkan Badai, Ia tersenyum menang melihat awan yang lenyap seketika oleh sambaran Petir.


-Fizi-  


Note:
Akhir nya mencoba menulis cerita lagi :) Sudah lama engga nulis Cerita. Kali ini saya mencoba menulis dongeng. Hihihi, Agak gimana gitu ya alur cerita nya?
Tapi, semoga Dongeng ini bisa mengibur sahabat semua.

What your opinion about this fairy tale story? :D

9 komentar:

  1. Ini pertama kali nya nulis dongeng. Semoga sahabat semua suka ya :)

    BalasHapus
  2. seru nih dongengnya! :D biasanya kan klo dongeng itu identik dengan hewan atau manusia. klo ini awan dan hal lainnya yg di udara.. nice idea ! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yaa :)
      Iya, lagi experimen cari yang beda :)

      Hapus
  3. Muantap nih gan.... ;)
    Seru seru... :D

    BalasHapus
  4. Aku seperti awan, terkadang memang demikian. Keras kepala, bahkan tergoda untuk berburuk sangka.
    Terima kasih untuk hikmah yang disematkan dalam dongeng ini.

    BalasHapus
  5. awan. objek yang paling sering diambil fotografer newbie :p

    BalasHapus