Tampilkan postingan dengan label Dreams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dreams. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juli 2014

Remember Again

2 komentar
Pict From Tumblr


Dan akhirnya dimulai lah kelas dua belas. Jenjang akhir di SMA.
Walaupun sebenernya agak nyesek juga hari pertama masuk sekolah dibulan puasa ini adalah hari kamis kemarin ( Kagok banget, kenapa engga di terusin aja sih ya sampai senin depan nya.. hahahaa) dan entah kenapa saya malah curiga kalau engga gara- gara pemilu sepertinya saya bisa masuk lebih cepat. 

Yah, sudahlah biarkan itu berlalu.

Emang sih ya, belum sepenuh nya belajar. Masih perkenalan sih..(ya cuma guru yang baru aja yang perkenalan dan cerita, kalau yang udah di ajar dari kelas sebelas mah da ada yang langsung belajar...). Cerita- cerita tentang macem- macem, walaupun sih ya ujung- ujung nya ya tetep aja semua guru cerita nya sama.

Kalau ga tentang undangan perguruan tinggi negeri (kalau ga salah namanya SBMPTN) palingan tentang cerita kakak alumni yang udah lulus ke perguruan tinggi negeri seperti ITB.

Ya ampun, ITB... Pengen banget jadi mahasiswa ITB. 
Baru pingin doang sih ya kalau sekarang, usaha buat masuk sana nya masih belum keras. Masih males- malesan..heuhuehue. Ya.. Masih berusaha untuk belajar lebih keras sih ya. 
Entah kenapa, saya merasa baru setelah saya "ditendang" dari kelas unggulan (iya, dulu waktu saya kelas sebelas saya masuk kelas unggulan yaitu kelas XI-2.. yang label nya '2' itu isinya bisa dibilang anak- anak yang kemampuan akademik nya cenderung baik.) saya baru bisa "membuka" mata kembali. 

Mungkin, karena waktu kelas sebelas kemarin pikiran saya terlalu disibukan untuk memikirkan nilai saya yang bisa dibilang jatuh banget dari kelas sepuluh. Ya, mungkin karena faktor mind set saya yang salah. Saya berfikir kalau saya belajar biasa- biasa saja, ya inysaallah nilai bagus udah ditangan (oke, ini mah sombong banget ya kaya nya.. maaf.. jangan ditiru..). Dan pada kenyataan nya tidak semudah itu. Ternyata, banyak yang berusaha lebih besar dari saya. 

Dan akhirnya, saya pun tersingkir secara alami dari sana. 
Hah, betapa bodohnya mind set saya waktu itu ya. 
Saya lebih banyak mengeluh tentang berbagai macam hal, namun sedikit usaha saya untuk bisa survive. 

Oke, lupakan. Semua itu sudah menjadi kenangan. Ga bisa dirubah lagi. 

Sabtu, 19 Januari 2013

Galeri Kehidupan

9 komentar
I got this photo from this website, klik it!

Seperti kebiasaan saya. Saya selalu memulai meyambungkan satu kata dengan kata lain nya berdasarkan cerita. Cerita yang saya alami sendiri, atau mungkin salah satu cerita favorit saya setelah novel petualangan.
Cerita miliki orang lain.

Cerita miliki orang lain terlihat sangat menarik. Mungkin karena bukan kita yang mengalami cerita tersebut. Atau bisa saja memang karena alur nya yang sangat lain. Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sebuah cerita tentang tujuan.


Kehampaan.
Satu kata yang bisa mengubah suatu hari menjadi sangat datar. Lentera yang tiba- tiba redup kehilangan sumber cahaya nya. Yang pergi entah ke bagian bumi belah mana. Bahkan, mungkin ia meninggalkan galaksi Bimasakti. :)


Tujuan pasti menjadi lentera setiap orang yang akan melakukan sesuatu. Seperti nya tak mungkin juga kalau ada seorang pelukis yang mengayunkan kuas nya kesana- kemari diatas kanvas tampa adanya tujuan. Sebuah lukisan yang indah atau bahkan abstrak sekalipun yang terlihat asal- asalan dalam membuat nya. 
Ada tujuan dibalik nya.