Sabtu, 10 November 2012

Detak Merah Putih

9 komentar

Ketika aku memandang langit
Aku seakan mendengar desahan lembut
Dari sebuah lubuk yang kotor
“Hai kawan Lama!”


            Sekira nya aku mengetahui bahwa ranah kekuasaan yang sanagt luas telah digerogoti oleh sekumpulan lubuk kotor yang ganas. Seperti hal nya virus yang terus berinduk pada sel dan membunuh nya seketika. Kekuasaan seakan membuat Hidung- hidung mancung yang menjijikan itu bernafsu dengan sampah dunia.



Aku, yang setiap hari mendengar rintihan  yang mereka keluarkan di setiap momen, di setiap saat mereka ingin menjilat kaki- kaki orang borjuis yang bodoh. Rasa nya ingin sekali pergi meninggalkan tanah yang telah ternoda dengan orang- orang jelmaan lintah.

Tak berperasaan. 

Dengan berjuta topeng yang mereka miliki, mereka seakan sangat alim dimata manusia.



Sabtu, 20 Oktober 2012

Rasa Yang Bersembunyi

11 komentar

Image from google :)

Cukup sering ya seperti nya saya menemukan 'rasa'. setiap saya bertemu dengan nya, dia selalu bersembunyi. Seakan dia malu bertemu dengan saya.



 Entahlah, mungkin karena akhir- akhir ini saya sedang mengagumi sayap- sayap bintang yang ada dilangit. Daya sensitifitas saya terhadapt sebuah tulisan kok kaya nya semakin aneh aja ya. Oke, tentang sayap- sayap bintang di langit akan saya bahas nanti. Bisa panjang deh nanti kalau disatukan di tulisan ini :) *ngeles mode on

Jujur ya, saya senang sekali kalau bisa bertemu dengan 'rasa' yang pemalu. Bersembunyi. Seakan ia ingin saya temui namun tak ingin bertemu dengan saya. Ia sering saya temukan disetiap tulisan yang ditulis semua orang. Selalu ada 'rasa'. Nyata namun tak tampak. Seperti nama nya, ia harus dipahami.

Dia adalah jiwa dari penulis yang tertuang dalam tulisan. Entahlah, saya merasa perasaan seseorang dapat tergambar dalam tulisan yang ia buat. Perasaan saat ia sedang merangkai kata dalam berbagai perasaan. Senang, sedih, perih, sendiri, konflik, dan semua tentang kehidupan ada disana.



Hal ini pula kadang yang membuat saya ingin mengobrol dengan penulis nya. 
Hal ini pula yang membuat saya semakin senang dengan dunia tulis menulis. Dunia dimana semua fikiran dan rasa seseorang daapat tersalurkan dengan bebas dan riang. Tampa beban, lepas seperti burung- burung yang terbang diangkasa.


Setiap rasa, ada yang dapat dibagikan.
Ada juga yang tidak.


Thats rule of writting I think :)


With the dark night and star on the sky..

-FN-



Jumat, 28 September 2012

Ketika Mencoba Percaya

5 komentar
Mungkin ini soal mempercayai dan keyakinan pada seseorang. Seperti hal nya seseorang yang akan menyebrang jalan. Ia pasti akan mlihat ke kiri dan kanan. Melihat lampu lalu lintas. Setelah sekira nya aman. Ia akan menyebrang.

Walau dalam mempercayai seseorang itu tidak semudah saat menyebrang jalan ketika kita kepercayaan kita di libas begitu saja. Yang akhir nya membekas di dalam hati. 
Kepercayaan yang kita berikan mungkin tak sepenuh nya di rasakan dan diterima oleh seseorang yang kita beri. Kekhawatiran akan mengalami "tipuan" yang sama lagi pasti akan membayangi. Di akui atau tidak. Ia seperti bayangan yang selalu mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Kadang menyebalkan juga. Pengalaman itu membuat kita sulit untuk mempercayai lampu lalu lintas, sulit untuk mempercayai pengendara yang berhenti. Lampu lalu lintas yang sudah kita percayai bisa saja jahil. Sesuka hati mengganti lampu- lampu nya. Pengendara yang kita percayai bisa saja mengkuti nafsu nya untuk cepat sampai tujuan. 

Ketika kepercayaan yang kita berikan di hancurkan begitu saja. 
Dalam hitungan detik persepsi kita pun akan berubah.


Dan,
Kepercayaan tak bisa dibangun dalam hitungan hari.
Ia seperti pohon yang harus ditanam, dirawat, hingga akhir nya menjadi pohon yang besar dengan pondasi yang kokoh. 

-FN-

Sabtu, 15 September 2012

Benteng Pertahanan

7 komentar
Image from tumblr

Ini bukan sekedar tentang pertahanan. Bukan seberapa kuat kita menahan serangan yang terus menyerbu tampa henti. Tapi, ini soal bagaimana kita berteman dengan waktu untuk dapat saling mengerti.
Rutinitas yang berulang- ulang dalam jangka waktu yang lama bisa di pastikan bisa membuat seseorang jenuh. Sama seperti benteng dari sebuah kastil kerajaan, kalau di serang terus menerus pasti lama- lama akan hancur juga.

Inilah kenapa perlu nya melupakan. Bukan melupakan secra gamblang. Tapi, melupakan untuk sejenak. Memikirkan hal yang sama berulang kali bisa membuat pikiran jenuh berkepanjangan. Dan itu juga yang pernah saya alami.